Langsung ke konten utama

Postingan

Sirkumsisi Anak dengan Epilepsi

Setelah maju mundur untuk konsultasi dengan dokter anak, pada bulan Mei 2025 akhirnya aku dan suami memberanikan diri membahas sirkumsisi. Awalnya kami mau pakai jasa di klinik khusus khitan, tapi beliau menyampaikan bahwa risikonya terlalu tinggi. Anak-anak dengan riwayat epilepsi riskan kambuh saat berada dalam situasi kurang nyaman, apalagi Anaqu ada ADHD juga (dia hiperaktif impulsif). Jangankan mau tindakan, baru kontrol rutin yang notebene hanya setor muka, orang tuanya yang cuap-cuap bareng dokter aja Anaqu udah teriak minta pulang. Memang, trauma Anaqu masih begitu melekat. Dia takut melihat nakes atau orang yang berseragam putih-putih karena semasa balita dia sering banget opname, ditusuk jarum buat cek lab, pasang infus, dan terakhir malah injeksi obat penenang pas mau EEG. Makin takut dia. Dokter bilang, kasus seperti Anaqu mau tidak mau harus sirkumsisi melalui bedah dengan bius total. Kami pikir, prosesnya sama saja. Hanya beda pada penggunaan bius. Makanya ketika dokter a...

Melatih Kemandirian Anak (Part 2)

 Hari ini, Baby El masih belajar makan sambil duduk tenang. Pagi, kami ambil tempat di balkon samping dekat kebun mini. Makannya kembaran alias bareng sepiring sama masnya. Kebetulan sayurnya gurih, tidak pedas. Harapannya tidak ada drama rebutan isi piring. Jeng jeng, drama adik hilang, drama mas datang. Mamas tidak mau makan bareng, jadilah ngereog. Alhasil, Baby El makannya lama karena terganggu. Tapi alhamdulillah, selama proses makan, dia bisa bertahan di satu tempat. Siang, Baby El makan terpisah sama Mas. Maksud hati biar tidak ada drama seperti pagi harinya. Rupanya, si adik malah nyariin. Masuk keluar ruang satu demi satu sampai akhirnya ketemu. Hwkwkkwkw.  Sore, Mas dan adik makan bareng lagi. Tapi, mas maunya sambil main. Jadilah berujung makan sambil main bareng. Tak apa jika hari ini masih belum bisa, setidaknya sudah mencoba belajar.  Good job, kesayangan-kesayangan Ibun. Besok kita belajar lagi, ya. Semangat! #sinergiwujudkanaksi #ibuprofesional #IP4ID2024 ...

Melatih Kemandirian Anak (Part 1)

Tentang makan. Kupikir punya anak kedua akan lebih mudah saat kembali dihadapkan dengan permasalahan per-MPASI-an, tetapi salah. Setiap anak memang terlahir unik. Dan, tantanganku adalah menaklukkan setiap keunikan itu. Sejak awal MPASI, masalah utama Baby El adalah dia tidak mau makan dengan duduk tenang. Sudah berapa kali mengajarkan padanya duduk di kursi makan, dia berontak. Baru sesuap sudah nangis, bahkan sampai kejer-kejer. Tentu, demi kewarasan jiwa, aku memilih mengikuti apa sih maunya.  Rupanya dia lebih tertarik makan bareng mamasnya. Si Mamas kadang suka makan sambil main di teras depan rumah. Mamas memang belum bisa duduk tenang barang semenit, dan ini memang PR kami sebagai orang tua sejak dia dinyatakan ADHD oleh psikolog. Meskipun tak jarang, mamas sudah mau dan mampu makan sampai habis dengan duduk tanpa pindah tempat. Nah, kebiasaan dia makan seperti masnya aku biarkan. Apalagi ada PR BB yang harus terpenuhi. Iya, dia naik berat badannya minim banget, seringan mep...

Persepsi Suami

Tantangan Hari ke-7 Suami adalah support system terbaikku. Meski kadang pemikiran kami nggak sejalan, dia tetap selalu ada untukku.  Dia tak pernah mengatakan apa pun tentangku, jika ditanya pun jawabannya selalu absurd. Tapi, kadang dia mengutarakan apa yang dia mau tentangku dengan cara unik. Sekali, dua kali, beberapa kali. Ada beberapa yang pernah "melukaiku", walaupun secara sadar aku tahu itu benar adanya. Namun, dari kesabarannya aku belajar, ada banyak hal yang harus kuubah tentang diriku sendiri. Dari sikap, sifat, emosi, dan lainnya. "Teruslah semangat, Bun!  Terima kasih, Apak, berkatmu juga aku bisa perlahan belajar mengelola emosi, meski kadang masih di luar kendali. Terima kasih sudah sabar mengajari, mendukung, dan menemani." 12062024 Ibun Domi Dave

Persepsi Keluarga Besar terhadap Emosi Diri

Tantangan Hari ke-6 Ketika ditanya, apa yang keluarga besar sering katakan tentangku, aku terkenal dengan anak yang emosian. Dan, iya. Aku mengakuinya. Aku nggak pernah tahu, kenapa emosiku mudah meledak, tetapi yang sering aku rasakan, aku merasa itu maklum karena saat kecil aku sering dimarahi. Seolah luka pengasuhan itu masih ada di alam bawah sadarku, hingga membiarkanku meluapkan kekecewaan pada perilakuku sekarang. Namun, itu dulu. Sekarang, meski emosi negatifku masih mudah meledak, aku sudah lebih bisa mengendalikan diri. Sudah nggak ada lagi "dendam" pada masa laluku. Aku belajar berdamai dengan diri dan lingkungan yang membentukku. Dan, yang pasti, aku merasa senang jika ada yang jujur mengatakan bagaimana diriku di mata mereka. Karena dari sanalah aku sadari diri untuk berbenah. "Teruslah semangat, Bun!" 11062024 Ibun Domi Dave

Who I am?

Tantangan hari ke-5 Siapa aku? Dua hari ini, aku menuliskan segala emosi yang kurasa ke dalam kotak-kotak temperatur emosi. Pada dasarnya, beberapa hal yang kutulis sudah tidak asing lagi. Dan, untuk emosi negatif, aku pun sejauh ini sudah tahu bagaimana cara untuk meredakannya. Namun, kadang kala, aku masih saja dikuasai oleh "emosi" itu sendiri (yang sebenarnya adalah persepsi diriku). Akan tetapi, dibandingkan hari kemarin, hari ini aku mulai merasa lebih nyaman dan lebih tenang saat merespons emosi negatif yang muncul. Dan, di saat itulah, ada yang terasa lebih ringan di dada. PR masih ada, banyak. Aku tidak boleh terlena. Tetap harus rajin berlatih dan melakukan body scanning, box breathing, dan journaling agar aku makin dapat meregulasi emosi yang hadir dalam diri dan makin mengenali siapa diriku sendiri. "Semangat, Bun! Berada di titik yang rendah, bukan berarti tidak ada harapan untuk bertemu dengan hari yang indah." 10062024 Ibun Domi Dave

Mengenal Diri dengan Tabel Temperatur Emosi

Hari ke-4 Di hari keempat, aku belajar tentang tabel temperatur emosi. Aku diminta untuk menuliskan semua peristiwa yang terjadi. Tujuannya adalah untuk mengetahui emosi dominan yang sering muncul dipengaruhi oleh apa. Hal inilah yang akan menjadi "bekal"-ku di kemudian hari. Dan, hari ini, aku jadi tertawa sendiri setelah membaca ulang apa yang kutulis. Aku tertawa karena rupanya ada banyak yang hal yang seharusnya nggak perlu reaksi emosi seperti yang terjadi. Contohnya, saat Mamas tiba-tiba gagal toilet training. Seharusnya aku menyadari dari awal bahwa sebagai ABK penyintas disabilitas intelektual, memorinya tentu lebih pendek, mudah lupa. Jadi, nggak sepatutnya aku marah. Namun, mungkin ada pemicu lain yang membuatku naik darah. Bisa jadi aku yang lapar, jadi mood kurang bagus, sehingga reaksi tubuhku menjadi negatif dan terlampiaskan kepada anak. Contoh tabel akan aku unggah di postingan lain, ya. 🥰 Ah, aku jadi merasa malu pada diri sendiri. Sungguh, aku harus belajar...

Kadarnya Menurun, Alhamdulillah

Hari 2 Body Scanning & P3K Kesadaran (Box Breathing) Hari kedua melakukan body scanning , entah kenapa sejak pagi nggak bisa fokus. Tadi pagi baru setengah sesi, si bayik udah bangun. Dia yang lagi dalam fase separation anxiety , begitu membuka mata langsung nangis kejer karena nggak lihat emaknya di sebelahnya. Auto nggendong dan malah jadi lanjut tugas negara pagi. Pada percobaan tadi pagi, sempat kurasakan hal yang sama dengan body scanning di hari pertama, tetapi rasa sesaknya sudah nggak seberat kemarin. Percobaan kedua, kulakukan lagi di malam hari setelah anak-anak lelap ba'da Isya. Kali ini masih belum bisa fokus juga. Namun, efek yang kurasakan sudah lebih jelas. Besok, semoga bisa lebih fokus lagi. "Tak apa, Bun, yuk dilatih terus. Kamu pasti bisa!" 💪🏻 Untuk box breathing , di hari kedua ini aku merasakan efek yang luar biasa. Sedari pagi sudah ada aja masalah yang muncul—Mamas yang drama nggak mau sekolah; pesanan katering untuk acara di sekolah terlam...

Body Scanning dan P3K Kesadaran

 TANTANGAN 14 HARI BUNDA SAYANG #9 Zona 1 - SELF AWARENESS Akhirnya, kelas Bunda Sayang dimulai. Setelah mengikuti welcome party , piknik pantai, dan menyimak pemaparan materi, kini saatnya mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari.  Hari 1 Body Scanning & P3K Kesadaran (Box Breathing) Hari ini, aku mulai melakukan body scanning. Mungkin agak terlambat, karena sebaiknya dilakukan pada pagi hari, tetapi aku baru bisa melakukan dengan benar-benar di malam ini setelah kedua bocah terlelap selepas Isya. Dari pagi nyobain , tapi nggak bisa tuntas karena keburu kejar-kejaran sama tugas ini itu. Beberapa hari ini, dua jagoanku demam bapil barengan. Semua maunya sama emaknya. Kerjaan juga banyak yang sudah di ambang pintu deadline . Sehingga, kondisi badan dan pikiran rasanya seperti gado-gado, tumpah ruah jadi satu dalam piring. Tinggal tambah kerupuk biar makin eneg. Eh, enak. 😅 Saat melakukan body scanning sambil mendengarkan audio tadi, air mataku jatuh tanpa kusadari ketik...

My Pursuit of Happiness

Ada banyak cara seseorang dalam mencari/menemukan bahagia dalam kehidupannya. Termasuk aku. Bergabung dengan Ibu Profesional adalah salah satu usahaku dalam mencari/menemukan kebahagiaan itu. Bahagia sebagai seorang perempuan, seorang istri, dan seorang ibu. Kelas Matrikulasi Ibu Profesional Batch #11 Kelas matrikulasi sudah tiba di misi pos 10 zona penutup. Setelah berlayar mengarungi Samudra Amarta, kini kapal pinisi akan segera berlabuh di Pulau Cahaya.  Di pos terakhir zona inilah, para penjelajah akan diajak Gala Dinner Barbeque. Penasaran, tentu dong! Terbayang sudah menu apa nih yang akan disajikan sebagai sajian penutupan? Dan, sajian istimewa itu adalah Sharing Insight Bahagia selama mengikuti perkuliahan. Semua matrikan kembali diminta bergabung dengan tim kecil yang sudah dibentuk di pos sebelumnya. Masing-masing akan berbagi insight di HIMA regionalnya dan saling berbagi peran. Saat satunya tampil, yang lain bertugas sebagai host/moderator. Kebetulan tim kecilku mendap...

Nagari Wanudya Anindyaguna

Kapal penjelajahan sudah berhasil melewati badai besar di tengah Samudra Amarta. Kini  saatnya para penjelajah diajak untuk sejenak menyegarkan mata dan pikiran dengan melakukan penyelaman ke dasar samudra. Wah, bakal nemu apa, nih? Tentu saja keindahan alam bawah laut dan potensi kekayaannya. 😍😍 Pasti keren abis, dong, ya!  Penjelajahan Regional Penyelaman yang dimaksud di sini adalah mengenal lebih dekat dengan IP Regional masing-masing penjelajah. Kebetulan aku dari Regional Yogyakarta. Namanya Nagari Wanudya Anandyaguna , atau biasa disebut IP Nagari. Sebenarnya sudah beberapa kali mendengar tentang Nagari ini, tetapi masih sekelumit kecil yang aku pahami. Nah, agenda penjelajahan regional kali ini difasilitasi oleh SekReg IP Nagari dengan menghadirkan para srikandinya, yaitu Mbak Henny, Mbak Atina, dan Mbak Eka Puspa. Acaranya dilakukan via zoom meeting  dengan yang di-handle oleh Kakak PJ Regional Yogyakrta, Mbak Dian, dan MC Mbak Salwa Nada. 🥰 IP Nagari pad...

Kembali Jatuh Cinta dan Membangun Cinta

Zona Pembuka Matrikulasi sudah masuk pada pos 5 "Bertahan dalam Badai". Setelah sebelumnya merasa " Wow!" dengan misi 4 pos 4, kali ini aku makin "Wow!" saat menerima materi dan mengetahui misi 5 pos 5. Aku sempat bertanya-tanya, badai apa ya yang dimaksud? Seseram dan semenakutkan apa? Rupanya, apa yang kupikirkan jauh di luar ekspetasi. Di sini justru aku dan para matrikan diajak untuk membuat tameng dari badai yang ada. Aku diajak kembali jatuh cinta dan membangun cinta pada nahkoda kapal kehidupanku, Pak Suami, demi memperkuat pondasi benteng yang sudah kami bangun sebelumnya. Menulis Surat Cinta Seperti diingatkan kembali ke masa 16 tahun silam, di awal pertemuanku dengan suami. Kami yang berjarak pulau memang jarang bisa berkomunikasi dengan panjang dan lebar sehingga ada kalanya sebuah perasaan terpendam tercurah melalui surat atau diari. Dan, dia selalu excited saat membacanya. Bahkan, jika aku absen sekali saja menumpahkan rasa-rasa itu, dia mena...

Karakter Moral dan Core Value

Zona 1 pelabuhan matrikulasi sudah selesai. Para penjelajah sudah siap berlayar setelah menyiapkan bekal, mengisi bahan bakar, dan membentangkan layar. Tentu juga setelah mengantongi beberapa badge hadiah misi yang mampu diselesaikan, yaitu tas ransel, teropong, dan kompas. Meskipun ada beberapa yang gugur di zona ini, semangat penjelajah yang masih bertahan tentu tidak surut begitu saja. Kini saatnya masuk ke zona 2 pembuka. Pos ke-4 ini para penjelajah diajak berlayar. Para penjelajah kembali diingatkan pada materi Karakter Moral dan Core Value Ibu Profesional. Di sinilah, para penjelajah samudera Amarta diajak menyelami lebih dalam tentang keduanya. Karakter Moral dan Core Value Karakter moral Ibu Profesional terdiri atas lima hal, yaitu: 1. Never stop running, keep the mission alive 2. Don't teach me, I love to learn 3. I know I can be better 4. Always on time 5. Sharing is caring Core Value Ibu Profesional mencakup lima hal, yaitu Belajar, Berkembang, Berkarya, Berbagi, dan ...

Code of Conduct (CoC)

Apa itu Code of Conduct (CoC)? CoC merupakan pedoman perilaku bermartabat, yaitu beberapa aturan yang dibuat, dipahami, dan disepakati hingga menjadi komitmen bersama. Tata Perilaku tersebut dapat bermacam-macam disesuaikan dengan ruang lingkup dan kondisi yang berlaku, misalnya code of conduct sebuah   komunitas. Dalam menjalankan code of conduct , ada dua unsur yang harus berada di dalamnya yaitu kesepakatan dan konsekuensi. Kesepakatan adalah segala hal yang ditawarkan, diusulkan, dan diterima secara bersama oleh seluruh anggota komunitas. Konsekuensi adalah dampak yang terjadi jika sebuah keputusan diambil, bisa jadi itu dampak positif ataupun negatif. Sebelum bergabung dengan Ibu Profesional, aku termasuk aktif dalam berkomunitas. Hampir semua komunitas tersebut memiliki aturan masing-masing, tetapi tidak begitu rinci dan dalam pelaksanaannya pun tidak tegas. Seolah-olah aturan hanya dibuat atau ditulis begitu saja, seperti pajangan. Meskipun begitu, aku termasuk salah satu an...

Kandang Waktu

Materi kedua di Zona Pelabuhan Matrikulasi adalah Kandang Waktu. Di sini, para matrikan diajarkan bagaimana membuat kandang waktu, yaitu pengalokasian waktu untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan sehari-hari. Tujuannya agar para matrikan memiliki waktu yang terjadwal dan tahu di mana saja ada jam luang yang seringkali tidak disadari. Aku termasuk salah satu yang sering merasa waktuku habis untuk banyak kegiatan, sehingga kadang ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan dengan maksimal. Padahal, tanpa kusadari ada banyak celah waktu yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal tersebut. Apalagi sejak hamil kedua ini, kondisi tubuh yang lebih lemah dan adanya beberapa masalah kesehatan, membuatku mau tidak mau harus lebih banyak beristirahat. Sedangkan, pada kenyataannya si kecil yang merupakan anak ADHD dan masih sangat impulsif, membutuhkan waktuku lebih banyak dari semua agenda harianku. Aku merasa beruntung sekali mendapatkan materi kandang waktu ini, walaupun juga merasa sedikit ...

Adab Menuntut Ilmu & Peta Belajar

 Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional baru saja dimulai. Setelah sebelumnya diberi bekal persiapan di Pra Matrikulasi, kini para matrikan mulai menjelajah samudra. Di zona 1 Pelabuhan, materi pertama adalah Adab Menuntut Ilmu. Apa saja sih, yang harus dilakukan saat menuntut ilmu. Setelah itu, misi di zona ini adalah membuat peta belajar masing-masing. Sebagai salah satu orang tua dari seorang anak berkebutuhan khusus, tidak dimungkiri bahwa capek yang dirasakan di ranah domestik lebih besar aku rasakan. Belum lagi harus bekerja paruh waktu, ya, walaupun bisa dikerjakan dari rumah. Apalagi sejak hamil anak kedua, fisik menjadi lebih lebih lemah. Aku menyadari, butuh manajemen diri yang lebih baik. Alasan inilah yang membuat saya mengikuti perkuliahan di IIP. Aku berpikir dan berharap, dengan memperbaiki manajemen diri yang meliputi: manajemen waktu dan majamenen finansial, akan memberi dampak lebih baik terhadap diriku dan keluarga. Caranya adalah dengan: Membuat jadwal kegia...

Bahasa Isyarat

Beberapa kali pernah memiliki teman tuli, membuatku berkeinginan untuk dapat menguasai bahasa isyarat. Namun, seiring waktu, jarak yang menyekat kami dan minimnya informasi dimana aku bisa belajar lebih dalam, akhirnya membuat keinginan itu menguap begitu saja. Rasa itu muncul kembali saat Anaqu terdiagnosis Speech Delayed hingga usia sekolah dasar (beberapa kali regresi total karena anfal), membuatku ingin lagi belajar bahasa isyarat ini. Bukan karena aku tak percaya dia akan bisa berbicara suatu saat nanti. Namun, ada rasa ingin bisa berkomunikasi lebih baik dengannya atau mungkin jika bertemu dengan teman tuli lainnya. Beruntung banget di Bootcamp Duta Inklusif IbuInklusif   ini mendapat sharing dari pengajar bahasa isyarat dan juru bahasa isyarat. Dimulai dengan mengenal alfabet seperti ini, nih. Dan kali ini aku mencobanya untuk berkenalan (eja nama).  Teman-teman yang bisa bahasa isyarat, mohon koreksinya ya jika ada salah. 🙏🏻🙏🏻 Terima kasih. #ibuinklusif #mis...

Cara Berinteraksi dengan Teman Difabel

Pernah nggak sih, saat kita bertemu dengan teman difabel, ingin rasa hati berinteraksi dengannya, tetapi urung kita lakukan? Kebanyakan alasannya karena bingung, takut salah, atau takut menyinggung/menyakiti hati. Jangankan para non difabel yang jarang berinteraksi, aku yang memiliki anak spesial pun kadang masih suka kikuk kalau bertemu dan ingin mengobrol dengan teman difabel atau sesama orang tua anak istimewa. Nah, berikut adalah cara berinteraksi dengan teman difabel yang benar. Beruntung banget di Bootcamp Duta Inklusif IbuInklusif ini aku mendapat bekal ilmu untuk bisa upgrade diri agar bisa lebih baik dalam berinteraksi dengan teman difabel. Yuk, sama-sama kita coba benahi diri agar makin tercipta suasana inklusivitas di mana pun kita berpijak! 💓 #ibuinklusif #misicahayazona4dan5 #synergy2inclusivity #ibuprofesionaluntukindonesia #bersinergijadiinspirasi #bootcampdutainklusif2023 #inklusivitas

SUDUT PANDANG IBU INKLUSIF

Di zona 3 Bootcamp Duta Inklusif kali ini materi yang diberikan semakin membuka mata dan pikiranku tentang dunia inklusif. Sebagai salah satu pasukan Ibu Pejuang Anak Spesial, aku diajarkan bagaimana memiliki dan menumbuhkan rasa empati dengan sudut pandang Ibu inklusif. Seperti apa, sih, sudut pandang Ibu Inklusif itu? Bismillah, tak pernah bosan belajar demi mewujudkan lingkungan inklusif. Terima kasih @ibuinklusif, @kamarbelajar.if, @indikafoundation atas materi yang super daging kali ini. 💞 NO WOMEN LEFT BEHIND #ibuinklusif #bootcampdutainklusif2023 #misicahayazona3 #challengeibuinklusif #bersinergijadiinspirasi

Media Ramah Difabel

 Ada banyak cara untuk belajar dan mengakses sumber ilmu. apalagi di era digital seperti saat ini. Tidak dimungkiri, semua konten di media sosial juga punya juga menjadi sarana belajar. Akan tetapi, rupanya tidak semua media yang tersebar itu ramah difabel. Termasuk aku saat membuat media pembelajaran atau konten. Jadi merasa bersalah, nih. Alhamdulillah, awal pekan mendapat ilmu tentang media ramah difabel ini. Aku jadi tahu bagaimana seharusnya membuat media atau konten yang bisa diakses oleh semua orang, termasuk teman difabel. Nah, seperti apa sih sebenernya Media yang Ramah Difabel itu? Nah, sudah pada tahu kan? Bismillah, semangat belajar lagi. Semangat berbenah diri. Semoga dapat membawa manfaat lebih banyak lagi bagi sesama. Yuk, teman, kita wujudkan inklusivitas bersama-sama! Terima kasih @ibuinklusif, @kamarbelajar.if, @indikafoundation atas materi yang super daging kali ini. 💞 NO WOMEN LEFT BEHIND #ibuinklusif #bootcampdutainklusif2023 #misicahayazona3 #chall...