Langsung ke konten utama

Persepsi Suami

Tantangan Hari ke-7

Suami adalah support system terbaikku. Meski kadang pemikiran kami nggak sejalan, dia tetap selalu ada untukku. 

Dia tak pernah mengatakan apa pun tentangku, jika ditanya pun jawabannya selalu absurd. Tapi, kadang dia mengutarakan apa yang dia mau tentangku dengan cara unik.

Sekali, dua kali, beberapa kali. Ada beberapa yang pernah "melukaiku", walaupun secara sadar aku tahu itu benar adanya. Namun, dari kesabarannya aku belajar, ada banyak hal yang harus kuubah tentang diriku sendiri.

Dari sikap, sifat, emosi, dan lainnya.

"Teruslah semangat, Bun! 
Terima kasih, Apak, berkatmu juga aku bisa perlahan belajar mengelola emosi, meski kadang masih di luar kendali. Terima kasih sudah sabar mengajari, mendukung, dan menemani."


12062024
Ibun Domi Dave

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahasa Isyarat

Beberapa kali pernah memiliki teman tuli, membuatku berkeinginan untuk dapat menguasai bahasa isyarat. Namun, seiring waktu, jarak yang menyekat kami dan minimnya informasi dimana aku bisa belajar lebih dalam, akhirnya membuat keinginan itu menguap begitu saja. Rasa itu muncul kembali saat Anaqu terdiagnosis Speech Delayed hingga usia sekolah dasar (beberapa kali regresi total karena anfal), membuatku ingin lagi belajar bahasa isyarat ini. Bukan karena aku tak percaya dia akan bisa berbicara suatu saat nanti. Namun, ada rasa ingin bisa berkomunikasi lebih baik dengannya atau mungkin jika bertemu dengan teman tuli lainnya. Beruntung banget di Bootcamp Duta Inklusif IbuInklusif   ini mendapat sharing dari pengajar bahasa isyarat dan juru bahasa isyarat. Dimulai dengan mengenal alfabet seperti ini, nih. Dan kali ini aku mencobanya untuk berkenalan (eja nama).  Teman-teman yang bisa bahasa isyarat, mohon koreksinya ya jika ada salah. 🙏🏻🙏🏻 Terima kasih. #ibuinklusif #mis...

SUDUT PANDANG IBU INKLUSIF

Di zona 3 Bootcamp Duta Inklusif kali ini materi yang diberikan semakin membuka mata dan pikiranku tentang dunia inklusif. Sebagai salah satu pasukan Ibu Pejuang Anak Spesial, aku diajarkan bagaimana memiliki dan menumbuhkan rasa empati dengan sudut pandang Ibu inklusif. Seperti apa, sih, sudut pandang Ibu Inklusif itu? Bismillah, tak pernah bosan belajar demi mewujudkan lingkungan inklusif. Terima kasih @ibuinklusif, @kamarbelajar.if, @indikafoundation atas materi yang super daging kali ini. 💞 NO WOMEN LEFT BEHIND #ibuinklusif #bootcampdutainklusif2023 #misicahayazona3 #challengeibuinklusif #bersinergijadiinspirasi

Kandang Waktu

Materi kedua di Zona Pelabuhan Matrikulasi adalah Kandang Waktu. Di sini, para matrikan diajarkan bagaimana membuat kandang waktu, yaitu pengalokasian waktu untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan sehari-hari. Tujuannya agar para matrikan memiliki waktu yang terjadwal dan tahu di mana saja ada jam luang yang seringkali tidak disadari. Aku termasuk salah satu yang sering merasa waktuku habis untuk banyak kegiatan, sehingga kadang ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan dengan maksimal. Padahal, tanpa kusadari ada banyak celah waktu yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal tersebut. Apalagi sejak hamil kedua ini, kondisi tubuh yang lebih lemah dan adanya beberapa masalah kesehatan, membuatku mau tidak mau harus lebih banyak beristirahat. Sedangkan, pada kenyataannya si kecil yang merupakan anak ADHD dan masih sangat impulsif, membutuhkan waktuku lebih banyak dari semua agenda harianku. Aku merasa beruntung sekali mendapatkan materi kandang waktu ini, walaupun juga merasa sedikit ...