Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label CelotehIbunDomi

Body Scanning dan P3K Kesadaran

 TANTANGAN 14 HARI BUNDA SAYANG #9 Zona 1 - SELF AWARENESS Akhirnya, kelas Bunda Sayang dimulai. Setelah mengikuti welcome party , piknik pantai, dan menyimak pemaparan materi, kini saatnya mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari.  Hari 1 Body Scanning & P3K Kesadaran (Box Breathing) Hari ini, aku mulai melakukan body scanning. Mungkin agak terlambat, karena sebaiknya dilakukan pada pagi hari, tetapi aku baru bisa melakukan dengan benar-benar di malam ini setelah kedua bocah terlelap selepas Isya. Dari pagi nyobain , tapi nggak bisa tuntas karena keburu kejar-kejaran sama tugas ini itu. Beberapa hari ini, dua jagoanku demam bapil barengan. Semua maunya sama emaknya. Kerjaan juga banyak yang sudah di ambang pintu deadline . Sehingga, kondisi badan dan pikiran rasanya seperti gado-gado, tumpah ruah jadi satu dalam piring. Tinggal tambah kerupuk biar makin eneg. Eh, enak. 😅 Saat melakukan body scanning sambil mendengarkan audio tadi, air mataku jatuh tanpa kusadari ketik...

My Pursuit of Happiness

Ada banyak cara seseorang dalam mencari/menemukan bahagia dalam kehidupannya. Termasuk aku. Bergabung dengan Ibu Profesional adalah salah satu usahaku dalam mencari/menemukan kebahagiaan itu. Bahagia sebagai seorang perempuan, seorang istri, dan seorang ibu. Kelas Matrikulasi Ibu Profesional Batch #11 Kelas matrikulasi sudah tiba di misi pos 10 zona penutup. Setelah berlayar mengarungi Samudra Amarta, kini kapal pinisi akan segera berlabuh di Pulau Cahaya.  Di pos terakhir zona inilah, para penjelajah akan diajak Gala Dinner Barbeque. Penasaran, tentu dong! Terbayang sudah menu apa nih yang akan disajikan sebagai sajian penutupan? Dan, sajian istimewa itu adalah Sharing Insight Bahagia selama mengikuti perkuliahan. Semua matrikan kembali diminta bergabung dengan tim kecil yang sudah dibentuk di pos sebelumnya. Masing-masing akan berbagi insight di HIMA regionalnya dan saling berbagi peran. Saat satunya tampil, yang lain bertugas sebagai host/moderator. Kebetulan tim kecilku mendap...

Nagari Wanudya Anindyaguna

Kapal penjelajahan sudah berhasil melewati badai besar di tengah Samudra Amarta. Kini  saatnya para penjelajah diajak untuk sejenak menyegarkan mata dan pikiran dengan melakukan penyelaman ke dasar samudra. Wah, bakal nemu apa, nih? Tentu saja keindahan alam bawah laut dan potensi kekayaannya. 😍😍 Pasti keren abis, dong, ya!  Penjelajahan Regional Penyelaman yang dimaksud di sini adalah mengenal lebih dekat dengan IP Regional masing-masing penjelajah. Kebetulan aku dari Regional Yogyakarta. Namanya Nagari Wanudya Anandyaguna , atau biasa disebut IP Nagari. Sebenarnya sudah beberapa kali mendengar tentang Nagari ini, tetapi masih sekelumit kecil yang aku pahami. Nah, agenda penjelajahan regional kali ini difasilitasi oleh SekReg IP Nagari dengan menghadirkan para srikandinya, yaitu Mbak Henny, Mbak Atina, dan Mbak Eka Puspa. Acaranya dilakukan via zoom meeting  dengan yang di-handle oleh Kakak PJ Regional Yogyakrta, Mbak Dian, dan MC Mbak Salwa Nada. 🥰 IP Nagari pad...

Kembali Jatuh Cinta dan Membangun Cinta

Zona Pembuka Matrikulasi sudah masuk pada pos 5 "Bertahan dalam Badai". Setelah sebelumnya merasa " Wow!" dengan misi 4 pos 4, kali ini aku makin "Wow!" saat menerima materi dan mengetahui misi 5 pos 5. Aku sempat bertanya-tanya, badai apa ya yang dimaksud? Seseram dan semenakutkan apa? Rupanya, apa yang kupikirkan jauh di luar ekspetasi. Di sini justru aku dan para matrikan diajak untuk membuat tameng dari badai yang ada. Aku diajak kembali jatuh cinta dan membangun cinta pada nahkoda kapal kehidupanku, Pak Suami, demi memperkuat pondasi benteng yang sudah kami bangun sebelumnya. Menulis Surat Cinta Seperti diingatkan kembali ke masa 16 tahun silam, di awal pertemuanku dengan suami. Kami yang berjarak pulau memang jarang bisa berkomunikasi dengan panjang dan lebar sehingga ada kalanya sebuah perasaan terpendam tercurah melalui surat atau diari. Dan, dia selalu excited saat membacanya. Bahkan, jika aku absen sekali saja menumpahkan rasa-rasa itu, dia mena...

Karakter Moral dan Core Value

Zona 1 pelabuhan matrikulasi sudah selesai. Para penjelajah sudah siap berlayar setelah menyiapkan bekal, mengisi bahan bakar, dan membentangkan layar. Tentu juga setelah mengantongi beberapa badge hadiah misi yang mampu diselesaikan, yaitu tas ransel, teropong, dan kompas. Meskipun ada beberapa yang gugur di zona ini, semangat penjelajah yang masih bertahan tentu tidak surut begitu saja. Kini saatnya masuk ke zona 2 pembuka. Pos ke-4 ini para penjelajah diajak berlayar. Para penjelajah kembali diingatkan pada materi Karakter Moral dan Core Value Ibu Profesional. Di sinilah, para penjelajah samudera Amarta diajak menyelami lebih dalam tentang keduanya. Karakter Moral dan Core Value Karakter moral Ibu Profesional terdiri atas lima hal, yaitu: 1. Never stop running, keep the mission alive 2. Don't teach me, I love to learn 3. I know I can be better 4. Always on time 5. Sharing is caring Core Value Ibu Profesional mencakup lima hal, yaitu Belajar, Berkembang, Berkarya, Berbagi, dan ...

Code of Conduct (CoC)

Apa itu Code of Conduct (CoC)? CoC merupakan pedoman perilaku bermartabat, yaitu beberapa aturan yang dibuat, dipahami, dan disepakati hingga menjadi komitmen bersama. Tata Perilaku tersebut dapat bermacam-macam disesuaikan dengan ruang lingkup dan kondisi yang berlaku, misalnya code of conduct sebuah   komunitas. Dalam menjalankan code of conduct , ada dua unsur yang harus berada di dalamnya yaitu kesepakatan dan konsekuensi. Kesepakatan adalah segala hal yang ditawarkan, diusulkan, dan diterima secara bersama oleh seluruh anggota komunitas. Konsekuensi adalah dampak yang terjadi jika sebuah keputusan diambil, bisa jadi itu dampak positif ataupun negatif. Sebelum bergabung dengan Ibu Profesional, aku termasuk aktif dalam berkomunitas. Hampir semua komunitas tersebut memiliki aturan masing-masing, tetapi tidak begitu rinci dan dalam pelaksanaannya pun tidak tegas. Seolah-olah aturan hanya dibuat atau ditulis begitu saja, seperti pajangan. Meskipun begitu, aku termasuk salah satu an...

Kandang Waktu

Materi kedua di Zona Pelabuhan Matrikulasi adalah Kandang Waktu. Di sini, para matrikan diajarkan bagaimana membuat kandang waktu, yaitu pengalokasian waktu untuk kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan sehari-hari. Tujuannya agar para matrikan memiliki waktu yang terjadwal dan tahu di mana saja ada jam luang yang seringkali tidak disadari. Aku termasuk salah satu yang sering merasa waktuku habis untuk banyak kegiatan, sehingga kadang ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan dengan maksimal. Padahal, tanpa kusadari ada banyak celah waktu yang bisa dimanfaatkan untuk hal-hal tersebut. Apalagi sejak hamil kedua ini, kondisi tubuh yang lebih lemah dan adanya beberapa masalah kesehatan, membuatku mau tidak mau harus lebih banyak beristirahat. Sedangkan, pada kenyataannya si kecil yang merupakan anak ADHD dan masih sangat impulsif, membutuhkan waktuku lebih banyak dari semua agenda harianku. Aku merasa beruntung sekali mendapatkan materi kandang waktu ini, walaupun juga merasa sedikit ...

Adab Menuntut Ilmu & Peta Belajar

 Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional baru saja dimulai. Setelah sebelumnya diberi bekal persiapan di Pra Matrikulasi, kini para matrikan mulai menjelajah samudra. Di zona 1 Pelabuhan, materi pertama adalah Adab Menuntut Ilmu. Apa saja sih, yang harus dilakukan saat menuntut ilmu. Setelah itu, misi di zona ini adalah membuat peta belajar masing-masing. Sebagai salah satu orang tua dari seorang anak berkebutuhan khusus, tidak dimungkiri bahwa capek yang dirasakan di ranah domestik lebih besar aku rasakan. Belum lagi harus bekerja paruh waktu, ya, walaupun bisa dikerjakan dari rumah. Apalagi sejak hamil anak kedua, fisik menjadi lebih lebih lemah. Aku menyadari, butuh manajemen diri yang lebih baik. Alasan inilah yang membuat saya mengikuti perkuliahan di IIP. Aku berpikir dan berharap, dengan memperbaiki manajemen diri yang meliputi: manajemen waktu dan majamenen finansial, akan memberi dampak lebih baik terhadap diriku dan keluarga. Caranya adalah dengan: Membuat jadwal kegia...

Mainan Kardus

Hai, gaes! Kalian pasti sudah pernah mendengar nama Mainan Kardus. Dari kardus? Yup, itu memang mainan dari kardus. Keren, kan? Aku sendiri tertarik dengan dunia kardus ini sudah cukup lama. Hanya saja, untuk terjun terlibat dalam pembuatan ini dan itu baru  terealisasikan empat tahun terakhir ini. Awalnya aku hanya membuat mainan untuk diri sendiri saja. Lama kelamaan dijadikan bisnis. Namun, fokus usahaku masih nggak jauh-jauh dari flanel. Jadi, kardus hanya sebagai bahan dasar, untuk finishing tetap dengan hiasan flanel. Lumayan, kan? Dari hobi bisa menjadi sumber rezeki. Nah, yang ingin kubahas di sini bukan tentang mainan kardus buatanku, melainkan mainan kardus yang dibuat oleh anak-anak. Akhir-akhir ini, mainan kardus sedang  booming dan nge-tren di kalangan anak-anak di daerah sini. Terlebih sejak pandemi melanda, anak-anak lebih cepat bosan. Aku sendiri nggak pernah menyangka jika anak-anak zaman sekarang masih ada yang demen mainan dari kardus. Secara gadget kan lebi...

Pantai Mlarangan Asri

Sejak pandemi melanda dunia, kami sekeluarga benar-benar membatasi diri untuk liburan. Biasanya, tiap akhir pekan atau minimal dua minggu sekali, kami pergi ke destinasi wisata lokal di daerah kami, Kulonprogo. Namun, ternyata di rumah saja juga membuat pikiran suntuk dan bosan. Bahkan, mempengaruhi emosi, baik kami yang dewasa maupun si kecil. Berbagai cara untuk release sudah kami lakukan. Saya meluangkan banyak waktu untuk menulis dan berkebun, sedangkan suami lebih suka memelihara ikan hias. Untuk anak gimana? Kami tetap ajak dia "jalan-jalan" bohongan. Kok bohong? Iya, karena hanya kami ajak naik motor muter kompleks doang. Kebetulan rumah kami tidak jauh dari rel kereta api dan bandara. Nah, sebulan sekali kami keliling naik motornya agak jauhan, melewati jalanan di tepi rel lalu berbelok ke arah bandara. Kalau ada kereta api lewat atau pas ada pesawat, ya itu hiburan buat si kecil. Heboh dan kegirangan, deh. Kalau nggak ada? Ya sudah, nggak harus dipaksakan berhenti un...

Hello 2021!

Tahun 2020, Satu tahun penuh cerita yang mengajarkan lagi padaku tentang apa arti sebuah kesabaran, keikhlasan, dan perjuangan dalam hidup. Diawali dengan adanya pandemi covid-19, yang memaksa aku dan suami mengubah semua rencana yang sudah kami susun, terutama untuk Anaqu. Sebagai orang tua dengan anak berkebutuhan khusus, situasi dan kondisi pandemi ini benar-benar membuat kami lebih ekstra dari sebelumnya. Padahal, kami baru saja merasa siap membawanya ke tempat yang lebih luas, dalam artian berani mengajak bepergian jauh dengannya. Namun, tiba-tiba semua kegiatan harus dilakukan dari rumah. Belajar lagi. Kami harus beradaptasi kembali, begitu pun Anaqu. Jika biasanya kami hanya menemani bermain dan memberi stimulasi sebatas mengulang tugas dari terapis, tetapi sejak ditetapkan pembatasan kegiatan di luar rumah, kami harus belajar menjadi terapis mandiri bagi Anaqu. Hal ini karena kami takut membawanya berangkat terapi, mengingat rumah sakit yang biasa kami kunjungi menjadi tempat r...

Rasanya Jadi Orang Tua Istimewa

Pernah ada yang bertanya, "Bun, apa yg Ibun rasakan saat pertama kali tahu anak terdiagnosis kelainan?" Kemudian ditimpali, "Aku nggak akan bisa sekuat kamu, Bun." . . Rasanya, ya? Seperti mati rasa. Iya, itu yang saya rasakan pertama kali. Anaqu keluar dari rahim saya dengan keadaan sudah hampir tak bernyawa. Kemudian disusul dengan kejadian-kejadian lain, seperti kejang dan kritis, juga anfal di kemudian hari. Ketika itu, rasanya dada saya kosong. Saya bernafas, tapi seakan-akan nggak ada udara yang terhirup. Bloooong. Melowong. Mau nangis, nggak bisa. Begitu nangis, dicerca kalimat 'jangan nangis!' dari berbagai pihak. Belum lagi asi yg seret. Di awal-awal memang baru keluar sedikit, tetapi makin lama makin berkurang. Mantap lah, semakin gak karuan. Pingsan. Iya, pernah. Saya pingsan setelah bisa menangis dg sepuasnya, mengeluarkan semua beban di depan seorang nakes. Namun, setelahnya ploooong.  Setelah Anaqu keluar dr NICU, saya pikir masalah...