Sejak pandemi melanda dunia, kami sekeluarga benar-benar membatasi diri untuk liburan. Biasanya, tiap akhir pekan atau minimal dua minggu sekali, kami pergi ke destinasi wisata lokal di daerah kami, Kulonprogo. Namun, ternyata di rumah saja juga membuat pikiran suntuk dan bosan. Bahkan, mempengaruhi emosi, baik kami yang dewasa maupun si kecil. Berbagai cara untuk release sudah kami lakukan. Saya meluangkan banyak waktu untuk menulis dan berkebun, sedangkan suami lebih suka memelihara ikan hias. Untuk anak gimana? Kami tetap ajak dia "jalan-jalan" bohongan. Kok bohong? Iya, karena hanya kami ajak naik motor muter kompleks doang. Kebetulan rumah kami tidak jauh dari rel kereta api dan bandara. Nah, sebulan sekali kami keliling naik motornya agak jauhan, melewati jalanan di tepi rel lalu berbelok ke arah bandara. Kalau ada kereta api lewat atau pas ada pesawat, ya itu hiburan buat si kecil. Heboh dan kegirangan, deh. Kalau nggak ada? Ya sudah, nggak harus dipaksakan berhenti un...