Langsung ke konten utama

Who I am?

Tantangan hari ke-5


Siapa aku?

Dua hari ini, aku menuliskan segala emosi yang kurasa ke dalam kotak-kotak temperatur emosi. Pada dasarnya, beberapa hal yang kutulis sudah tidak asing lagi. Dan, untuk emosi negatif, aku pun sejauh ini sudah tahu bagaimana cara untuk meredakannya. Namun, kadang kala, aku masih saja dikuasai oleh "emosi" itu sendiri (yang sebenarnya adalah persepsi diriku).

Akan tetapi, dibandingkan hari kemarin, hari ini aku mulai merasa lebih nyaman dan lebih tenang saat merespons emosi negatif yang muncul. Dan, di saat itulah, ada yang terasa lebih ringan di dada.

PR masih ada, banyak. Aku tidak boleh terlena. Tetap harus rajin berlatih dan melakukan body scanning, box breathing, dan journaling agar aku makin dapat meregulasi emosi yang hadir dalam diri dan makin mengenali siapa diriku sendiri.


"Semangat, Bun! Berada di titik yang rendah, bukan berarti tidak ada harapan untuk bertemu dengan hari yang indah."


10062024
Ibun Domi Dave


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bahasa Isyarat

Beberapa kali pernah memiliki teman tuli, membuatku berkeinginan untuk dapat menguasai bahasa isyarat. Namun, seiring waktu, jarak yang menyekat kami dan minimnya informasi dimana aku bisa belajar lebih dalam, akhirnya membuat keinginan itu menguap begitu saja. Rasa itu muncul kembali saat Anaqu terdiagnosis Speech Delayed hingga usia sekolah dasar (beberapa kali regresi total karena anfal), membuatku ingin lagi belajar bahasa isyarat ini. Bukan karena aku tak percaya dia akan bisa berbicara suatu saat nanti. Namun, ada rasa ingin bisa berkomunikasi lebih baik dengannya atau mungkin jika bertemu dengan teman tuli lainnya. Beruntung banget di Bootcamp Duta Inklusif IbuInklusif   ini mendapat sharing dari pengajar bahasa isyarat dan juru bahasa isyarat. Dimulai dengan mengenal alfabet seperti ini, nih. Dan kali ini aku mencobanya untuk berkenalan (eja nama).  Teman-teman yang bisa bahasa isyarat, mohon koreksinya ya jika ada salah. 🙏🏻🙏🏻 Terima kasih. #ibuinklusif #mis...

My Miracle

Anak laki-laki ini adalah keajaiban bagiku. Dia hadir disaat keputusasaan datang dalam penantian panjang.  Anak laki-laki ini adalah keajaiban. Dia telah berjuang antara hidup dan mati di sebuah ruangan yang sunyi tanpa teman. Anak laki-laki ini adalah keajaiban. Dia mengajarkanku arti kesabaran, kekuatan, ketulusan, keikhlasan, cinta, dan perjuangan. Ya, dialah keajaiban yang tiada duanya. Sebuah keajaiban yang Tuhan kirim untukku. Meski berbeda, tetapi dia istimewa.  - Aurumi Azzati -

SUDUT PANDANG IBU INKLUSIF

Di zona 3 Bootcamp Duta Inklusif kali ini materi yang diberikan semakin membuka mata dan pikiranku tentang dunia inklusif. Sebagai salah satu pasukan Ibu Pejuang Anak Spesial, aku diajarkan bagaimana memiliki dan menumbuhkan rasa empati dengan sudut pandang Ibu inklusif. Seperti apa, sih, sudut pandang Ibu Inklusif itu? Bismillah, tak pernah bosan belajar demi mewujudkan lingkungan inklusif. Terima kasih @ibuinklusif, @kamarbelajar.if, @indikafoundation atas materi yang super daging kali ini. 💞 NO WOMEN LEFT BEHIND #ibuinklusif #bootcampdutainklusif2023 #misicahayazona3 #challengeibuinklusif #bersinergijadiinspirasi